Tampilkan postingan dengan label Tentang menulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang menulis. Tampilkan semua postingan

29 Juli 2010

Main The Sim ala Para Penulis

Pernah memainkan permainan The Sim di komputer? Kita mengawali permainan dengan membuat character lengkap dengan bentuk fisik dan gambaran sifat umumnya. Lalu character kita akan mulai bermain dan berinteraksi dengan puppet The Sim lainnya. Ada puppet yang berasal dari game, ada juga puppet yang berasal dari bikinan pemain lain. Ternyata dalam game tulisan pun ada ajang bermain yang mirip dengan format The Sim. Hanya bedanya, di sini kita tidak akan menggunakan format-format graohik yang bergerak dan dijalankan dnegan mouse komputer, melainkan menggunakan deskripsi, narasi dan dialog untuk menjalakan character/puppet yang sudah kita buat.

Forum roleplay berbasis tulisan adalah game roleplay yang menggunakan tulisan sebagai basis interaksi karakter-karakternya. Tulisan yang dibuat bisa berupa interaktif paragraf fiksi atau paragraf kolaborasi. Paragaraf ditulis dengan menggunakan sudut pandang orang ketiga, yaitu si karakter yang bersangkutan. Hal ini diterapkan untuk memisahkan antara karakter fiksi dengan sang author/puppet amsternya. Istilah OOC (out of character) atau OOG (out of game) digunakan untuk membedakan pesan yang disampaikan oleh author dengan paragraf mengenai kisah sang karakter.

Admin forum atau yang disebut juga sebagai game master akan menentukan bentuk setting apa yang diberlakukan dalam forumnya. Misalnya, ada forum yang mengambil setting sebuah sekolah, sebuah kota atau sebuah negara atau dunia fantasi (alter universe) lainnya. Section forum akan disusun menjadi tempat-tempat yang bisa dijadikan lokasi bagi para usernya untuk berinteraksi dan berkolaborasi cerita. Game master juga akan menentukan segala peraturan yang harus dipatuhi oleh para user saat membuat karakter atau berinteraksi dengan pemain lain. Umumnya peraturan itu akan berhubungan dengan cara bergabung, cara bermain, dan hal-hal yang tidka diperkenankan dan hal yang diperbolehkan untuk dilakukan oleh para pemain berdasar dengan latar belakang atau bentuk role play forum yang bersangkutan.

User forum dikenal juga dengan sebutan puppet master atau author. Mereka akan bergabung dalam forum dengan cara meregistrasikan puppet/karakter buatan mereka. Karakter tersebut harus dilengkapi dengan biodata, deskripsi sifat, deskripsi fisik dan visualisasi image (dalam bentuk avatar). Satu puppet master bisa mendaftarkan lebih dari satu puppet/karakter, tergantung dari aturan yang sudah dibuat oleh game master forum. Sejumlah puppet master ada yang sudah merencanakan plot cerita untuk puppetnya, ada juga yang memasukkan puppet tanpa menyiapkan plot tertentu. Di dalam forum nantinya para puppet ini akan berinteraksi dengan puppet lainnya pada lokasi-lokasi yang sudah disediakan. Mekanismenya adalah dengan cara membuat paragraf-paragraf yang berbalasan, mirip cerita kolaborasi. Satu aturan pasti yang tidak boleh dilanggar oleh setiap puppet master adalah tidak diijinkan menggambarkan atau menggerakkan puppet dari puppet master lain meskipun penceritaan harus ditulis dalam sudut pandang orang ketiga.

Beberapa contoh roleplay forum berbasis tulisan yang bisa diikuti :

IndoHogswart : forum roleplay basis tulisan dengan setting sekolah sihir Hogswart.

Toshi Haku : forum roleplay basis tulisan dengan seting sebuah kota

Lily Academy : forum roleplay basis tulisan dengan setting sekolah asrama putri di Jepang

Mihara Daigaku: forum roleplay basis tulisan dengan setting kehidupan universitas di Jepang.

Beberapa istilah yang perlu diperhatikan dalam role play forum berbasis tulisan:

•Karakter (character), adalah tokoh fiksi yang akan digunakan atau digerakkan oleh penulis (puppet master) dalam forum Role play yang bersangkutan. Ada dua macam karakter yang dikenal, yaitu : player character/original character (karakter yang diciptakan oleh si penulis) dan non-player character (yaitu karakter yang diambil dari manga, game atau film yang sudah ada)

•NPC (Non Player Character), adalah karakter yang dibuat hanya sebagai pelengkap plot. Kemunculannya biasanya hanya bersifat situatif. NPC bisa berupa karakter yang digerakkan oleh seorang puppet master atau karakter yang muncul dalam deskripsi roleplay (godmoded NPC)

•Mary Sue/Gary Sue, adalah karakter yang terlalu sempurna sehingga selalu menjadi pusat perhatian atau keluar sebagai pemenang (dengan alasan yang klise atau tidka logis) dalam segala hal dan tidak pernah terlihat memiliki kelemahan sebagai manusia.

Contoh:
Seorang karakter perempuan digambarkan cantik, menarik, pintar, pandai bicara, selalu bisa menyelesaikan semua tugas yang diberikan padanya dengan sempurna, selalu memenangkan adu pembicaraan dengan siapapun dengan mudah, selalu membuat siapapun yang melihat dan mengenalnay terkagum-kagum. Konsep karakterisasi semacam ini bisa dianggap melupakan istilah “selalu ada langit di atas langit” dan bisa dianggap sebagai Mari Sue chara.

•OOC (out of character), adalah situasi dimana character bersikap tidak sesuai dengan karkater dia yang sesungguhnya. Misal : karakter yang memiliki sifat keras dan dingin mendadak jadi sangat penyayang dan melankolis dalam penggambarannya. Hal semacam iti memang tidak selalu menjadi topik OOC. Namun bila perubahan karakter terjadi tanpa alasan masuk akal, OOC menjadi sesuatu yang mengganggu karakterisasi karkater yang bersangkutan.

•OOG (out of game), adalah situasi yang berlangsung di luar game/plot, bisa antara karakter yang oOC atau antar puppet masternya. Baik oOC maupun OOG kadang dipakai sebagai keterangan saat penulis ingin menyampaikan sesuatu tidak sebagai tokoh cerita, melainkan sebagai penulis.

•Godmoding (godmoding, moding, godmodding etc.), adalah situasi dimana satu karakter menggerakkan karakter lain tanpa persetujuan puppet master karakter tersebut. Godmodding tidak hanya berlaku pada gerakan fisik, namun termasuk juga ekspresi maupun penggambaran pikiran karkater lawan main.

Contoh : Dia menunjukkan hadiah yang dibawanya itu kepada adiknya. Senyum mengembang di wajah saat melihat adiknya terlihat sumringah karena senang (padahal dalam posting sebelumnya tidak disebutkan oleh pupet master karakter si adik bahwa tokoh adik itu terlihat sumringah karena senang). God moding bisa diminimalisir sedikit dengan memberi keterangan yang bersifat probabilitas seperti misalnya :
Dia menunjukkan hadiah yang dibawanya itu kepada adiknya. Senyum mengembang di wajahnya menanti reaksi sang adik. Seharusnya orang mendapat hadiah itu biasanya akan sumringah dan senang, bukan?

•Metagaming, adalah memasukkan pengetahuan author pada karakter lawan ke dalam pikiran karakter miliknya mengenai karakter lawan. Misal: author A berdiskusi tentang author B bahwa chara author B sedang jatuh cinta pada chara C. Saat melakukan RP, tiba-tiba chara author A menyeletuk : “kau jatuh cinta pada C, kan?” (padahal dalam RP kedua chara tidak pernah digambarkan situasi dimana chara author A memungkinkan untuk mengetahui fakta itu). Metagaming sebaiknya dihindari untuk menjaga logika cerita.

•Author/puppet master, adalh penulis yang menjalankan karakter-karakter yang terlibat dalam role play.

•Timeline, adalah setting waktu yang dibuat saat role play berlangsung. Timeline dibuat untuk menjalin logika plot character yang bersangkutan atas thread-thread yang dia buat atau dengan situasi role play forum secara keseluriuhan.

•IC, berbagai hal yang terjadi sesuai dengan karakter chara yang bersangkutan

•Role-Playing (role-play, RP, Rping), adalah konsep dimana seorang pemain (penulis) bermain atau berinteraksi dengan pemain (penulis) lainnya berinteraksi berdasar peran mereka sebagai tokoh yang telah mereka buat.

•Tags/Tagging, adalah penandaan tipe thread, apakah thread tersebut bersifat privat (melibatkan dua character saja), Terbuka terbatas (melibatkan beberapa character yang sudah ditentukan) anatu Open (terbuka untuk semua character).
Read More..

20 Juli 2009

Epistolary



Epistolary adalah teknik bercerita menggunakan sejumlah dokumen yang berurutan. Dokumen-dokumen ini bisa berupa surat, catatan harian, artikel atau jurnal, termasuk postingan blog atau email. Dokumen-dokumen tersebut saling berhubungan sehingga membentuk sebuah plot cerita. Epistolary sendiri berasal dari kata Yunani, epistola, yang berarti surat. Beberapa menganggap bahwa penggunaan teknik epostolary pada penulisan novel atau cerita bisa membuat cerita jadi terasa lebih hidup dan nyata.


Penggunaan dokumen-dokumen dalam sebuah novel bisa bermacam-macam tingkatnya. Ada novel yang hanya memasukkan sejumlah surat, postingan blog atau email dalam ceritanya, ada pula novel yang benar-benar menggunakan penulisan secara epistolary dari awal sampai akhir. Metode penggunaan teknik epistolary total bisa dilihat dari novel Brams Strokers’s Draculla (teknik epistolary menggunakan surat dan catatan harian), Every Boys Gets One milik Meg Abbot (menggunakan catatan harian dan email) atau novel-novel remaja yang menggunakan teknik epistolary menggunakan diary. Sedangkan penggunaan epistolary sebagai selingan dapat dilihat dalam novel Un Homme et Une Femme karangan Stanley Dirgapradja.

Apakah ada perbedaan antara novel berteknik epistolary dengan buku-buku kompilasi blog? Menurut pengamatan saya hal itu dapat dilihat dari plot yang terjalin dari dokumen-dokumen itu. Epistolary adalah sebuah teknik bercerita, sehingga walaupun dokumen-dokumen ditulis seolah terpisah, namun memiliki rangkaian dan menyusun sebuah cerita dengan kronologis teratur (baik secara maju atau mundur). Kompilasi blog bisa terdiri dari tulisan-tulisan yang lepas dan tidak berhubungan sama sekali. Namun sebuah kompilasi pun bisa dimasukan dalam tipe epistolary ketika mampu membentuk sebuah cerita.

Pada dasarnya macam-macam tulisan epistolary bisa dibagi menjadi tiga, berdasarkan jumlah karakter yang terlibat. Pertama, monologic, adalah epistolary yang hanya memunculkan dokumen dari satu karakter. Dua, dialogic, adalah epistolary yang memunculkan dokumen dari dua karakter yang saling berhubungan. Tiga, polylogic, adalah epistolary yang memunculkan dokumen lebih dari satu karakter. Bram Stroker’s Dracula adalah penganut tipe epistolary ketiga.

Sejumlah penulis menganggap teknik epistolary bisa mengurangi kesan omniscient narrator (narrator yang tahu segala) dalam sebuah cerita, terutama yang menggunakan sudut pandang ketiga. Selain itu teknik ini juga bisa memunculkan efek lebih nyata dalam suatu cerita. Namun di lain pihak, terdapat juga kekurangan dari penggunaan teknik ini. Salah satunya adalah kebingungan pembaca dalam memahami informasi dan rangkaian plot sebuah cerita epistolary. Hal ini terutama bisa dirasakan bila cerita menggunakan teknik epistolaris-polylogic dengan alur flash back. Selain dirancukan oleh time settingnya, pembaca juga dipaksa harus jeli sedang membaca dokumen milik karakter yang mana.

Terlepas dari kekurangan dan kelebihannya, epistolary tetap menjadi salah satu teknik menulis yang patut dicoba.


Read More..

11 Juli 2009

Belajar menulis : English Story

Belakangan ini saya makin bersemangat untuk belajar menulis cerita berbahasa Inggris, dalam hal ini fanfic. Ternyata hal itu bukan sesuatu yang mudah. kendala kosakata dan tata bahasa menjadi hal yang paling krusial. Satu tips penting yang saya dapat dari beta-reader saya di komunitas penulis fanfic adalah menulis cerita berbahasa Inggris tidak sama dengan menulis cerita bahasa Indonesia yang di-Inggriskan. Ada sejumlah logika kalimat dan susunan kata yang berbeda dalam kalimat bahasa Indonesia dan kalimat bahasa Inggris. Ketika saya meminta saran perbaikan atas kendala tersebut, maka teman saya hanya memberi saran "Banyak-banyaklah membaca cerita berbahasa Inggris sehingga kamu bisa mendapatkan the sense of English language." Saya hanya bisa nyengir menanggapinya.
Sementara untuk mengatasi masalah gramatikal dasar, ini ada oleh-oleh artikel yang dikirimkan oleh beta-reader saya untuk saya pelajari. Mungkin artikel ini tidak terlalu banyak membantu mereka yang ingin meningkatkan skor TOEFL atau IELTS, tapi minimal cukup membantu bagi mereka yang ingin memahami rambu-rambu EYD-nya bahasa Inggris dalam menulis.
Read More..

19 April 2009

Cerpen inggris pertama saya

Jadi saya mencoba tantangan baru dalam dunia tulis menulis, yaitu menulis cerita berbahasa Inggris. Semuanya berawal dari keisengan saya bergabung dengan komunitas bernama fanfiction.com, komunitas fanfic paling terkenal di dunia maya. Maka saya mulai berkenalan dengan beberapa penulis fan fiction berbahasa Inggris, khususnya yang berasal dari Indonesia.

Menulis cerita bukan hal baru bagi saya. Semenjak saya memutuskan untuk bergabung dengan Kemudian.com, maka saya banyak belajar dari teman-teman di sana mengenai apa dan bagaimana itu menulis. Mengetahui kegemaran saya itu, salah satu teman dari fanfiction memberi saran, "Jadi kenapa tidak mencoba menulis fanfic dengan bahasa Inggris?" Saya merasa tertantang.

Saya menyukai fanfic. Saya juga sudah pernah menulis fanfic (tapi dalam bahasa Indonesia). Saya (merasa) cukup paham dengan bahasa Inggris. Saya pernah aktif di klub bahasa Inggris, saya pernah mengajar bahasa Inggris untuk beberapa siswasaya pernah memegang beberapa kelas TOEFL dan wawancara kerja berbahasa Inggris. Saya berpikir menulis fanfic berbahasa Inggris akan menjadi sebuah tolak ukur tersendiri atas penguasaan saya terhadap dua bidang tersebut, menulis dan bahasa Inggris.

Di luar dugaan, saat saya mencoba menuangkan ide di depan monitor komputer, saya justru mendapatkan diri saya kebingungan untuk mulai dari mana. Membuat paragraf pembuka dan memilih kata-kata dalam bahasa ibu adalah hal yang jauh lebih mudah bagi saya dibanding memilih kata dalam bahasa Inggris. Tiba-tiba saya terbentur dengan segala permasalahan yang biasanya saya kemukakan di hadapan murid-murid Inggris saya. Saya takut membuat salah dari segi tata bahasa, saya lupa perbendaharaan kata, saya bahkan tidak tahu mau menulis apa. Ternyata menulis bahasa inggris jauh lebih sulit daripada berbicara.

Saya tidak mau membuang waktu. Maka saya mencoba menulis dengan bahasa Indonesia yang kemudian saya coba terjemahkan. Setelah itu, cerita tersebut saya kirimkan ke "editor" bahasa dhadhakan saya. Di luar dugaan, komentarnya benar-benar membuat saya mempertanyakan kapasitas kemampuan bahasa Inggris saya yang sesungguhnya.
"Yosi, lebih dari 50% pemilihan dan penyusunan katamu kacau.*
Maka dimulailah, satu minggu kursus kilat untuk memperbaiki susunan kata dan gaya bahasa saya dalam cerita tersebut. Pengalaman itu membuat saya berpikir ternyata kemampuan bahasa asing saya pun masih belum ada apa-apanya. Saya harus banyak belajar lagi.

Ada saat dimana kita berhak merasa puas dengan keahlian atau kemampuan yang kita miliki. Itu membuat kita menjadi sedikit lebih menghargai diri sendiri. Namun bila ingin merasa hidup, jangan pernah merasa bahwa kita sudah "cukup" dengan apa yang kita miliki. Selalu berpikir bahwa masih ada langit di atas langit dan ada tujuan lebih jauh yang akan diraih. Itu yang membuat kita berpikir untuk selalu menjadi lebih baik, menjadi dinamis, bergerak, berubah dan kemudian HIDUP.

Read More..

Fanfic, apaan tuh?

FanFic, adalah sebuah cerita fiksi yang dibuat oleh penggemar berdasarkan kisah, karakter atau setting yang sudah ada. Awalnya fanfic hanya berlaku pada film , komik atau novel. Berikutnya fanfic juga berlaku bagi selebritis dan lagu. Terkadang sejumlah fanfic menyertakan penulisnya sebagai karakter cerita, ada pula yang tidak.

Fanfic sepenuhnya merupakan hasil imajinasi dari para fans. Konsep sederhana yang digunakan dalam menulis sebuah fanfic adalah “What if…” atau “Bagaimana jika…”.

Dengan konsep itu fans bebas berimajinasi mengenai karakter kesayangan mereka. Fanfic menjadi sebuah art-project yang menyenangkan bagi seorang fans disamping proyek lain seperti membuat wallpaper, scrap book, craft design, atau art work lainnya yang menyangkut bintang atau karakter pujaannya.

Konsep “What If…” atau “Bagaimana jika…” memungkinkan pengembangan plot fanfic bisa berhubungan dengan kisah aslinya atau bahkan tidak berhubungan sama sekali. Konsep tersebut juga membebaskan para fan (penulis fanfic) untuk bereksperimen mengeksplorasi dan memodifikasi karakter yang sudah ada atau bahkan menggabungkan karakter dan plot dari beberapa kisah sekaligus. Konsep tersebut juga berlaku pada fanfic-fancik selebritis, yaitu fanfic yang ditulis dengan menggunakan karakter para selebritis.

Untuk menghindari protes atau pertanyaan dari fans lain, biasanya para penulis sudah memberikan sedikit catatan-catatan “peringatan” atas variasi-variasi eksperimen yang dia gunakan dalam fanfic-nyaBeberapa istilah yang umum dikenal dalam dunia “per-fanfic-an” antara lain :
-OC (Other Character), artinya penulis telah menambahkan tokoh lain (yang murni rekaan penulis) dalam cerita fanfic tersebut.
-OOC (Out Of Character), artinya karakter yang diambil akan berbeda dengan karakter mereka dalam kisah aslinya.
-Cross-gender, artinya ada karakter yang dirubah jenis kelaminnya
-Crossover, artinya fanfic yang bersangkutan dibuat dengan mencampur plot dan karakter dari dua buah cerita atau lebih,
Dan sebagainya.

Dari segi tekhnik penyajiannya, fanfic bisa dibagi lima, yaitu:

-Drable, atau umumnya dikenal dengan istilah cerpen 100 kata. Panjang cerita sekitar 100 kata dan biasanya karakter atau setting yang dipakai tidak menyimpang dari cerita aslinya.
-Shortshoot (cerpen). Format penyajiannya seperti cerpen, karakter atau setting yang dipakai tidak menyimpang dari pakem, masih berhubungan dari cerita, biasanya mengeksplorasi dari bagian-bagian cerita asli yang tidak terekspos.
-Longshoot (cerbung). Sama seeprti cerpen, hanya berbeda dari segi jumlah kata. Sebuah longshoot bisa terdiri dari ribuan kata.
-Songfic, adalah sebuah fanfic yang ditulis dengan menggunakan karakter, setting dan pakem cerita yang sudah ada, namun menggunakan plot lagu atau puisi sebagai pengembangannya.
-Alternate universe dan Crossover, yaitu fanfic yang ditulis berbeda dengan pakem aslinya. Bisa berwujud dalam kebebasan imajinasi penulis menyadur cerita atau menggabungkan cerita asli dengan cerita lain.

Sejumlah pihak menganggap fanfic sebagai bentuk plagiat. Bahkan Anne Rice (pengarang novel Interview With The Vampire) secara tegas melarang siapapun yang menggunakan karakter dalam buku-bukunya untuk dibuat menjadi fanfic. Beberapa lainnya menganggap bahwa fanfic adalah contoh karya yang tidak orisinal.
Bagi saya pribadi, fanfic justru baik dipakai sebagai salah satu cara untuk mengembangkan kemampuan menulis. Fan biasanya selalu bersemangat ketika mereka mengerjakan sebuah proyek yang berhubungan dengan idola mereka. Menulis fanfic akan membuat mereka menikmati kegiatan menulis.

Fanfic juga bagus digunakan sebagai media latihan menulis mereka yang ingin memperhalus gaya bahasa, memperdalam pemahaman karakter, mengembangkan plot dan memperbaiki cara penulisan. Setting dan karakter yang sudah tersedia memungkinkan penulisnya bisa lebih berfokus pada pengembangan tekhnik penulisan dan tekhnik bahasa yang mereka miliki.

Masalah orisinalitas ide atau bukan, sebuah karya yang indah tetap membutuhkan kemampuan yang cukup baik dari penulisnya. Apa salahnya mengapresiasi sebuah karya fanfic?

Jadi, menulis fanfic, mengapa tidak?

Read More..